MENGAPA PASAR SMARTPHONE LAYAR LIPAT TUMBUH KERDIL?


 TemaOppo.com – Meski belum terlalu ketat, persaingan vendor di segmen layar lipat mulai terasa panas. Setelah Samsung, Huawei, Xiaomi, dan Motorola, Oppo juga telah menghadirkan perangkat serupa.


Seperti diketahui, vendor yang berbasis di Dongguan – Shenzhen itu, telah memulai debutnya dengan meluncurkan Find N pada Rabu (15/12).



 

Ini adalah upaya Oppo merangsek ke pasar kelas atas di mana para pesaing terkunci dalam kompetisi yang kejam untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Huawei.


Menurut Chief Product Officer Oppo Pete Lau, Find N adalah ponsel lipat pertama Oppo yang dibekali dengan sejumlah teknologi unggulan. Misalnya, di aspek layar dan engsel.


Find N dibekali layar 7,1 inci, menawarkan layar 60 persen lebih banyak daripada smartphone biasa dengan layar 6,5 inci standar. Ponsel ini juga dilengkapi layar 5,49 inci di bagian luar.


Layar 12-lapis Find N, yang dikembangkan bekerja sama dengan Samsung, dapat bertahan 200.000 kali lipat tanpa membuat lipatan. Smartphone ini melewati enam iterasi selama empat tahun pengembangan, kata Oppo.



“Sebagai perusahaan teknologi terkemuka, kami terus berupaya membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik melalui pengembangan teknologi dan produk inovatif.


Meskipun perjalanan menuju setiap terobosan teknologi penuh dengan tantangan, kami konsisten untuk melanjutkannya selangkah demi selangkah, untuk mencapai ‘Inspiration Ahead’ seperti yang tertuang dalam brand proposition Oppo,’ tutur Pete Lau di sela-sela acara OPPO InnoDay di Shenzhen, seperti dilansir dari media terkemuka Hong Kong, SCMP.


Find N dibuka untuk pre-order pada Rabu (15/12) dan mulai dijual di China pada Kamis (23/12) dengan harga mulai 7.699 yuan (US$1.200).


Menandai upaya terbaru Oppo untuk bersaing dengan di pasar dalam dan luar negeri, termasuk Xiaomi, Samsung dan Huawei, yang semuanya telah meluncurkan model smartphone lipat dalam beberapa tahun terakhir meskipun permintaan tetap kecil.


Menyusul keberhasilan Samsung saat memperkenalkan Galaxy Z Fold 3 dan Galaxy Z Flip 3, Xiaomi dikabarkan juga tengah mempercepat produksi smartphone lipatnya generasi selanjutnya. Sebelumnya, Xiaomi telah meluncurkan model lipat pertamanya, Mi Mix Fold pada Maret 2021.


Menurut beberapa pertunjuk dari beberapa sertifikasi, produk tersebut merujuk pada Mix Fold 2, yang dilaporkan bakal siap dipasarkan pada pertengahan 2022. Tentu para penggiat gadget berharap jika perangkat lipat generasi selanjutnya Mix Fold itu dapat beredar lebih luas, tidak seperti pendahulunya yang hanya di pasarkan di China.


Bagian Dari Kompetisi Kelas Atas

Hadirnya beberapa perangkat smartphone layar lipat dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan pasar mulai merespon cukup baik, terutama segmen high end yang menjadi bidikan produk ini.


Seperti diketahui, Samsung dan Huawei menjadi dua brand pertama yang meluncurkan smartphone lipat secara komersial. Lewat varian Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, Samsung saat ini memimpin pangsa pasar.



“Smartphone yang dapat dilipat akan menjadi produk yang akan membantu mereka membuktikan bahwa mereka adalah bagian dari kompetisi kelas atas,” kata Will Wong, analis firma riset pasar IDC yang berbasis di Singapura. “Hal yang sama berlaku untuk pengembangan chip.”


Sebelumnya Oppo pada Selasa (14/12) meluncurkan prosesor gambar in-house pertamanya yang didedikasikan untuk meningkatkan kinerja pencitraan pada handset, bergabung dengan Huawei dan Xiaomi dalam perlombaan di antara pembuat smartphone untuk merancang chip mereka sendiri.


“Produk dan chip yang dapat dilipat akan menjadi area baru yang ingin diunggulkan (merek) China setelah kompetisi 5G,” kata Wong.

“Ini, pada gilirannya, berpotensi membantu mereka mengisi kekosongan yang ditinggalkan Huawei dan bahkan menantang Apple.”


Bisnis handset Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan sebelumnya vendor ponsel pintar terbesar di China, telah mengalami penurunan tajam, pasca AS menambahkan perusahaan itu ke daftar hitam perdagangan pada 2019 yang memblokir aksesnya ke chip canggih yang dikembangkan atau diproduksi menggunakan teknologi Amerika.


Huawei, yang pernah menjadi pemain terbesar di pasar China untuk handset premium dengan harga lebih dari US$400, turun ke posisi ketiga dengan pangsa pasar 14% pada kuartal yang berakhir September dibandingkan dengan 39% tahun lalu, menurut data IDC.


Namun, Huawei berada di peringkat di depan Oppo, yang berada di tempat kelima dengan pangsa pasar 11%, naik dari 8% tahun lalu. Apple mendominasi segmen dengan pangsa 38%, jauh di depan runner-up Vivo, yang memegang 15%.


Oppo telah mencanangkan ambisinya untuk berekspansi ke pasar kelas atas. Wakil presiden Liu Bo mengatakan awal tahun ini bahwa perusahaan mengandalkan integrasi dengan OnePlus untuk mencapai tujuannya menjadi salah satu dari tiga merek ponsel premium teratas di China.


Belum Menjadi Pasar Mainstream

Di sisi lain, meski telah dikerumuni banyak pemain, ponsel lipat, bagaimanapun, belum memasuki arus utama. IDC memperkirakan bahwa 4 – 5 juta ponsel yang dapat dilipat akan dikirimkan ke seluruh dunia tahun ini – hanya sebagian kecil dari perkiraan 1,35 miliar smartphone yang akan dikirimkan secara global.


Sementara industri smartphone telah cenderung ke arah layar yang lebih besar karena orang-orang bergantung pada handset mereka untuk melihat lebih banyak jenis konten, ponsel yang dapat dilipat belum populer karena masalah daya tahan dan lipatan yang terlihat di tempat layar terlipat.


Menurut Wong, harga menjadi rintangan utama, sehingga pertumbuhan smartphone layar lipat belum signifikan.


“Biasanya, harga, use case, dan desain adalah elemen yang akan memutuskan apakah suatu produk berpotensi menjadi mainstream,” katanya.

“Jika harga produk bisa mencapai segmen US$400 hingga US$600, kemungkinan besar akan mendapatkan pangsa pasar yang signifikan.” Pungkas Wong.



Samsung Memimpin Pasar Smartphone Lipat

Meski masih terbilang kecil, namun pasar smartphone yang dapat dilipat tampaknya telah meledak pada Q3 2021, tepat pada saat Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold 3 dan Galaxy Z Flip 3. Pengiriman smartphone jenis ini mencapai jutaan unit pada Q3 2021, dan Samsung memiliki pangsa pasar sebesar 93%.


Galaxy Z Fold 3 dan Z Flip 3 memimpin penjualan smartphone lipat di Q3. Kedua model berkontribusi pada pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Huawei mengikuti Samsung dengan pangsa pasar 6%.


Pengiriman smartphone lipat Q3 dari semua merek digabungkan (tetapi sebagian besar Samsung) mencapai 215% lebih tinggi kuartal-ke-kuartal dan 480% lebih tinggi tahun-ke-tahun. Sepanjang periode tiga bulan, pengiriman mencapai sekitar 2,6 juta.


Baca Juga:Fitur Utama dari Smartphone Lipat Pertama Oppo muncul


Lembaga riset DSCC memperkirakan bahwa pengiriman smartphone yang dapat dilipat di Q4 akan mendekati 4 juta. Hingga akhir tahun, Samsung bisa meningkatkan pangsa pasarnya lebih jauh hingga 95%.


Samsung sendiri menargetkan dapat mengirim lebih dari 6 juta smartphone lipat pada tahun 2021, yang sejalan dengan ambisi perusahaan dari awal tahun ini. Sedangkan untuk 2022, diperkirakan pasar ponsel lipat akan mencapai pengiriman sekitar 17,5 juta, naik dari 7,5 juta pada akhir tahun ini.

Desember 24, 2021 - tanpa komentar

0 komentar untuk MENGAPA PASAR SMARTPHONE LAYAR LIPAT TUMBUH KERDIL?.