ERA 5G, APAKAH EFISIEN JIKA OPERATOR BANGUN JARINGAN MASING-MASING? TERBARU FEBRUARI 2022

 


TemaOppo.com – Di era 5G, apakah efisien jika operator membangun jaringan masing-masing?

XL Axiata secara resmi mengakuisisi Link Net, lalu sebelumnya Smartfren juga memperkuat diri melalui aksi korporasi serupa dengan mencaplok 20,5% saham Moratelindo.

Sehingga, XL Axiata secara kinerja mirip dengan Telkomsel-Telkom, artinya memiliki kombinasi yang sempurna yang dimana satunya penyedia fiber dan satunya penyedia selular.

Kendati demikian yang menjadi catatan penting, apa yang perlu dilakukan agar kekuatan lengkap operator seluler tersebut dapat menguntungkan bagi Tanah Air?

Baca juga: Hambat Gelaran Infrastruktur Jaringan, Moratelindo: Bangun dari Jakarta-Cikarang Saja Butuh 29 Perizinan

Bambang Prihantono, Wakil Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Infratelnas) Mastel, kepada Selular menegaskan hal tersebut memang perlu dibahas lebih jauh.

“Nah, untuk 5G atau bahkan 6G kedepan kan membutuhkan jaringan yang kuat, jadi apakah efisien bila masing-masing operator tersebut membangun jaringannya sendiri-sendiri,” terang Bambang, Jumat (11/2).

Untuk daerah padat seperti pulau Jawa dan kota-kota besar di Sumatera jaringan telekomunikasi mungkin baik.

“Tapi untuk mengcover seluruh Indonesia, apalagi di kota-kota kabupaten dan kecamatan di luar pulau Jawa dan Sumatera apakah masih efisien dikelola oleh masing-masing operator telekomunikasi?,” sambungnya.

Demikian juga untuk kepentingan backbone antar pulau dan antar kota besar.

“Memang perlu kebijakan dan regulasi yang kuat dari pemerintah untuk penyediaan backbone antar pulau, dan antar kota besar ini guna penghematan biaya investasi dan devisa,” tegasnya.

Sekedar tambahan, di era 5G tentu menjadi potensial jika melihat aksi operator telekomunikasi yang belakangan bergerak untuk melengkapi diri dalam pemenuhan jaringan, melalui akuisisi perusahaan penyedia jaringan seluler.

Baca juga: Telkom, Telkomsel, dan Jababeka Kembangkan Pemanfaatan Teknologi Jaringan 5G

Mengingat operator yang paling siap dengan backbone fiber optic, berarti mereka lah yang bisa menggelar 5G secara matang. Sejauh ini jaringan fiber optic di Indonesia telah mencapai 348.442, namun hal ini belum cukup menjangkau.

Berdasarkan data terakhir pula ada 12 ribu lebih desa/kelurahan belum terjangkau jaringan 4G, bahkan sekitar 150 ribu titik layanan publik belum memiliki akses internet yang memadai.

Februari 11, 2022 - tanpa komentar

0 komentar untuk ERA 5G, APAKAH EFISIEN JIKA OPERATOR BANGUN JARINGAN MASING-MASING? TERBARU FEBRUARI 2022.